Minggu, 22 Januari 2017

Analisis Integrasi Sosial tentang keagamaan dan kemasyarakatan suatu bangsa


Integrasi sosial adalah proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebur dapat meliputi ras, etnis, agama bahasa, kebiasaan, sistem nilai dan lain sebagainya.

1. kamboja 

Penduduk di Kamboja didominasi oleh penganut agama Buddha dengan 90% populasi menganut Buddha Theravada. Terdapat 1% populasi pemeluk agama Kristen dan sisanya beragama Islam, atheis, atau penganut kepercayaan animisme.
Agama Buddha telah ada di Kamboja sejak abad ke-5 masehi. Buddha Theravada telah ada di Kamboja sejak abad ke-13 masehi dan kini telah dianut oleh 90% populasi di Kamboja.
Islam adalah agama yang mayoritas dianut oleh kaum Cham (disebut juga Khmer Islam) dan minoritas kaum Melayu di Kamboja. Berdasarkan data dari Po Dharma, terdapat 150.000 sampai 200.000 penduduk Muslim di Kamboja pada tahun 1975. Semuanya menganut aliran Sunni.

Kristen dibawa ke Kamboja oleh misionaris Katholik Roma pada tahun 1660. Pada tahun 1972, terdapat sekitar 20.000 kaum Kristiani di Kamboja, kebanyakan dari mereka adalah Katholik Roma. Berdasarkan statistik dari Vatikan, pada tahun 1953, anggota Gereja Katholik Roma di Kamboja berjumlah 120.000. Hal itu membuatnya menjadi agama terbesar kedua di negara ini. 50.000 diantaranya adalah orang Vietnam dan sisanya kebanyakan orang Eropa. Berdasarkan sensus tahun 1962, terdapat 2.000 pemeluk agama Kristen Protestan di Kamboja. Terdapat sekitar 20.000 pemeluk agama Kristen Katholik di Kamboja dimana hanya 0,15% dari total populasi.

Terdapat 100.000 orang yang menganut aliran kepercayaan daerah. Seperti kaum Khmer Loeu yang menganut animisme. Mereka menggunakan nasi, air, api, batu, dll untuk melangsungkan ritual. Kaum ini biasanya menganggap tabu beberapa objek dan praktek.

2. Bhutan 

 Bhutan adalah sebuah negara kerajaan yang terletak di wilayah Asia Selatan tepatnya di antara India, Cina, dan Pegunungan Himalaya. Luas wilayah negara Bhutan sekitar 38.394 km2 dengan populasi penduduk sebesar 742.737 jiwa. Nama lokal negara ini ialah Druk Yul yang berarti "Negara Naga".

Mayoritas agama yang dianut oleh masyarakat Negara Bhutan adalah Agama Buddha. Pada tahun 747 M, guru Buddha, Padsambhava, yang terkenal di Bhutan sebagai Guru Rimpoche atau Master Agung, mengunjungi Bhutan dan menyebarkan agama Buddha. Sejak itu, agama Buddha mendominasi seluruh kehiduapn sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan di Bhutan.

Secara perhitungan kasar persentase demografi, pemeluk agama di Bhutan mencapai 75 persen Buddha dan 25 persen Hindu. Islam, tak lebih dari satu persen. Tapi, jumlah mereka tidaklah terbilang sedikit. Angkanya pun terus meningkat.

3. India


Mayoritas penduduk India bergama Hindu. Mencapai 80.5 % menjadikan negara India berjuluk negeri Hindustani. Bahkan Agama Hindu lahir dari negeri ini. Hindu juga dipercaya sebagai Agama tertua di dunia. Dimulai dari peradaban Lembah Indus disepanjang sungai Gangga yang dipercaya memberikan kesuburan dan Kemakmuran. Berkembang dengan Cerita tentang Mahabharata, Ramayana dan Dewa Dewi agama Hindu. Di India cerita ini bukan dongeng semata melainkan menjadi bagian dari ritual keagamaan. Allahabad adalah negara bagian India dengan jumlah pemeluk agama Hindu terbesar di India. Sekitar 95% penduduknya menganut agama Hindu.

Jumlah penduduk India penganut agama Islam  sekitar 13.4 %. Atau sekitar 180  juta Jiwa pada saat ini. Menjadikan negara India sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar ketiga di Dunia. Sebenarnya Islam masuk ke India pada awal abad ke 7. Dibawa oleh para pedagang Arab di daerah pesisir pantai Malabar, Kerala. Selain Jammu dan Kashmir, sebagain besar penduduk Kerala memeluk agama Islam.

Penganut agama kristen  sekitar 2.3 %. Agama Kristen masuk ke India pada abad ke 3.  Terjadi kesimpang siuran siapa yang menyebarkan agama Kristen di India. Pemeluk Agama Kristen kebanyakan tinggal di India Selatan. Seperti  Kerala, Tamil Nadu dan Goa. Sama seperti di Indonesia, Agama Kristen di India juga menganut beberapa keyakinan yakni Katolik Roman, Protestan dan Juga orthodo.

Penduduk India beragama Sikh berjumlah sekitar 1.9 %. Sikh diprakarsai oleh Guru Nanak pada tahun 1469 – 1539. Agama Sikh percaya bahwa semua manusia dilahirkan sama. Baik warna kulit dan juga Kasta. Tempat peribadatan agama Sikh adalah Guru dwara. Agama Sikh bisa kita kenali dengan adanya balutan Turban di kepala. Harmandir Saib atau biasa dikenal dengan Goldentemple yang berada ditengah danau dan sekaligus menjadi tempat wisata di India adalah tempat  peribadatan Agama Sikhh.JBerjumlah 0.8 persen atau sekitar 8 juta jiwa penganut agama Budha. Sebagian Besar tinggal di pegunungan Himalaya. Seperti Leh Ladakh dan Sikkim. Gautama Budha berasal dari Gaya, negara bagian Bihar. Agama Budha mencapai puncaknya dibawah kekuasaan Raja Ashoka. Dia menyatukan seluruh anak benua India dan menyebarkan agama Budha hingga ke seluruh Asia.
4. Singapura 


Agama di singapura di tandai dengan keragaman keyakinan dan praktik keagamaan karena campuran beragam etnis masyarakat yng erasal dari berbagai negara. demonisasi agama besar kebanyakakan hadir di singapura. sebuah analisis yang di lakukan oleh pew research center menemukan bhawa singapura negara yang paling beragam agamanya di dunia.

Agama dengan pengikut  terbanyak di singapura adalah buddha yaitu  sebanyak 33% dari total penduduk singapura.

Pemerintah singapura sudah lama menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama di singapura namun juga menceak saksi-saksi yehuwa dan gereja unifikasi beberapa agama, terutaa yang di pelopori etnis-etnis cina. telah menggabungkan tempat ibadah mereka dengan agama-agama lain seperti hindu dan islam.

di sekolah di singapura anak-anak di ajarkan dalam ilmu-ilmu sosial pelajaran tentang kerusuhan maria hertogh dan pada tahun 1964 terjadi kerusuhan ras, sebagai pengingat dari konsekuensi konflik antar agama. kelas  campuran, interaksi antara siswa dari beragai ras dan perayaan festial agama juga membantu menanamkan toleransi beragama dan pemahaman di usia muda.






Jumat, 20 Januari 2017

RANGKAIAN GERBANG LOGIKA FULL ADDER


Langkah-langkah dalam membuat gambar rangkaian  gerbang logika full adder :
  • untuk membuat gambar rangkaian tersebut pertama-tama adalah buka aplikasi proteus versi 8.4 profesional.
  • kemudan pilih "scheumatic capture" atau new project.
  •  Setelah itu tekan "P" untuk mencari  komponen-komponen  pada rangkian, pada rangkaian ini kita menggunakan komponen seperti AND, XOR, OR.

  •  Lalu kalian atur tata letak komponen pada rangkaian tersebut.
  •  setelah tata letak sudah selesai,maka sambungkan line (jalur) dari kaki komponen yang satu dengan yang lain dengan cara klik kaki komponennya
  •  untuk memberikan teks pada gambar rangkaian, klik simbol huruf "A" yang berada pada pojok kiri bawah.
  • selesai




Jumat, 13 Januari 2017

Kemiskinan di Perdesaan Meningkat



Kompas-Dalam kurun enam bulan (September 2015-Maret 2016), jumlah penduduk miskin nasional berkurang sebanyak 500.000 orang. Pengurangan banyak terjadi di wilayah perkotaan. Namun, jumlah penduduk miskin di perdesaan justru naik. 

Kompas/WAWAN H PRABOWOPetani di Desa Pegalongan, Kecamatan Patikraja, Banyumas, Jawa Tengah, mulai memasuki musim tanam kedua, seperti terlihat pada Selasa (17/5/2016).

Laporan pengurangan penduduk miskin nasional yang dilansir Badan Pusat Statistik pertengahan Juli lalu memberi angin segar di tengah muramnya kondisi bangsa saat ini. Betapa tidak, rendahnya angka pertumbuhan ekonomi sejak triwulan pertama 2015 ikut memperlambat pengurangan penduduk miskin. 

Bahkan, sempat pada periode September 2014 hingga Maret 2015 penduduk miskin bertambah. Jika pada September 2014 penduduk miskin berjumlah 27,73 juta jiwa, dalam enam bulan jumlahnya bertambah menjadi 28,59 juta jiwa. 

Laju penurunan jumlah penduduk miskin melambat dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada periode 2004-2010 jumlah penduduk miskin berkurang rata-rata 0,85 juta jiwa per tahun, pada periode 2011-2016 hanya berkurang rata-rata 0,27 juta jiwa per tahun. Lesunya perekonomian global nyata memengaruhi kondisi domestik. 

Meski demikian, data terbaru BPS 2016 memperlihatkan grafik yang mulai membaik. Perlahan, angka kemiskinan mulai menurun meski tidak dalam jumlah yang fantastis. BPS memaparkan kemiskinan berkurang terutama disebabkan tingkat inflasi yang relatif rendah dan turunnya tingkat pengangguran terbuka.

Persentase penduduk miskin di perkotaan yang pada September 2015 sebesar 8,22 persen turun menjadi 7,79 persen pada Maret 2016. Sementara persentase penduduk miskin di perdesaan naik dari 14,09 persen pada September 2015 menjadi 14,11 persen pada Maret 2016.
Mengapa kemiskinan di perdesaan naik? Kondisi ini bisa jadi karena pada periode Februari 2015 hingga Februari 2016 jumlah penduduk yang bekerja turun sebanyak 200.000 orang. Penurunan itu terutama terjadi di sektor pertanian, sektor yang dominan di perdesaan. 

Kota-desa

Kemiskinan di perkotaan dan perdesaan harus dilihat secara berbeda. Kondisi geografis, demografis, dan struktur ekonomi daerah sedikit banyak memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Apalagi ukuran kemiskinan selalu dipandang dari faktor ekonomi yang diukur dari tingkat pendapatan (income) atau tingkat pengeluaran (konsumsi) masyarakat. Di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, ukuran kemiskinan dilihat dari tingkat pemenuhan kebutuhan dasar. Muncul konsep garis kemiskinan yang mengacu pada rata-rata pengeluaran per kapita per bulan. 

Struktur ekonomi di wilayah perkotaan dominan oleh sektor non-tradable, yaitu sektor ekonomi yang tidak dapat diperdagangkan seperti keuangan dan jasa. Sementara wilayah perdesaan yang memiliki sumber daya alam lebih dominan dalam sektor tradable, yaitu pertanian, pertambangan, dan industri.
Pertumbuhan sektor non-tradable biasanya lebih tinggi ketimbang sektor tradable. Itu sebabnya, pertumbuhan pendapatan masyarakat di wilayah yang dominan sektor non-tradable-nya lebih tinggi ketimbang pendapatan para petani di perdesaan. Akibatnya, kesenjangan antara kota dan desa semakin lebar. 



Kompas/P RADITYA MAHENDRA YASABuruh tani merontokkan gabah hasil panen di Desa Pojokrejo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/7/2016). 

Oleh karena ukurannya adalah pendapatan atau pengeluaran, tak heran fluktuasi angka kemiskinan sangat dipengaruhi oleh tingkat inflasi. Komoditas yang memberi sumbangan besar terhadap kerentanan kemiskinan yang paling utama adalah beras. Ini berlaku baik di perkotaan maupun di perdesaan. 

Selain beras, di wilayah perkotaan, urutan kedua komoditas yang memengaruhi jatuhnya seseorang atau sekelompok orang di bawah garis kemiskinan adalah perumahan. Berbeda dengan wilayah perdesaan, urutan kedua pemberi sumbangan kerentanan kemiskinan lebih ditentukan oleh komoditas rokok kretek filter.

Hal ini memperlihatkan nilai rokok bagi masyarakat di desa lebih tinggi dibanding bagi masyarakat kota. Masyarakat kota lebih mengutamakan perumahan setelah beras, sedangkan masyarakat desa lebih mengutamakan rokok setelah beras.

Pengentasan rakyat dari kemiskinan

Oleh karena pendekatan dalam memahami kemiskinan dilihat dari sudut pandang ekonomi, hal itu berimplikasi pada program yang dilakukan untuk mengentaskan rakyat dari kemiskinan. Di banyak negara berkembang, upaya mengatasi masalah kemiskinan bertumpu pada menggenjot pembangunan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pendekatan ini ke depan akan cukup menjanjikan. Pasalnya, angka pertumbuhan ekonomi kita pada triwulan kedua tahun ini mulai merangkak naik menjadi 5,18 persen. 

Kementerian Sosial mendata, setidaknya pemerintah memiliki 20 program untuk menangani masalah kemiskinan, di antaranya Program Subsidi Beras Sejahtera (Rastra), Program Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, BPJS Kesehatan, Kelompok Usaha Bersama, dan Rumah Swadaya. Selain itu juga program-program yang terkait dengan rumah tidak layak huni, asuransi kesejahteraan sosial, jaminan sosial bagi lansia, dan anak telantar. 

Akan tetapi, masih banyak rumah tangga yang belum mampu keluar dari kemiskinan. Hal itu disebabkan program-program tersebut belum terintegrasi. Program pengentasan rakyat dari kemiskinan melibatkan banyak pihak di mana setiap institusi pemerintah belum bersinergi satu dengan lainnya. 

Selain itu, target program berbeda-beda dan basis data yang digunakan tidak sama sehingga sulit mengukur efektivitas program. Contoh sederhana, banyak rumah tangga sangat miskin tidak menerima rastra sesuai jatahnya (15 kilogram). Kondisi seperti ini selalu menjadi persoalan klasik pemerintah. 

Pengentasan rakyat dari kemiskinan seharusnya fokus pada masyarakat perdesaan. Selain soal integrasi program pemerintah, harus dipahami adanya perbedaan kebutuhan penanganan terhadap kelompok keluarga miskin, rentan, atau bahkan menengah sekalipun. Dengan pola penanganan yang spesifik sesuai kelompok masyarakat, ketahanan masyarakat untuk tidak tenggelam atau jatuh ke bawah garis kemiskinan dapat diperkuat.
(LITBANG KOMPAS)  


Analisa di atas berhubungan dengan kemiskinan, jumlah penduduk miskin nasional berkurang sebanyak 500.000 orang. Pengurangan banyak terjadi di wilayah perkotaan. Namun, jumlah penduduk miskin di perdesaan justru naik. Kemiskinan di perkotaan dan perdesaan harus dilihat secara berbeda. Kondisi geografis, demografis, dan struktur ekonomi daerah sedikit banyak mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat. Struktur ekonomi di wilayah perkotaan dominan oleh sektor ekonomi yang tidak dapat diperdagangkan seperti keuangan dan jasa. Sementara wilayah perdesaan yang memiliki sumber daya alam lebih dominan dalam sektor pertanian, pertambangan dan industri. Oleh karena itu pertumbuhan ekonomi di perkotaaan lebih tinggi dari pada di pedasaaan. Akibatnya, kesenjangan antara kota dan desa semakin lebar.
Pemerintah memiliki 20 program untuk menangani masalah kemiskinan, di antaranya Program Subsidi Beras Sejahtera (Rastra), Program Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, BPJS Kesehatan, Kelompok Usaha Bersama, dan Rumah Swadaya. Namun dari program-program tersebut masih banyak kekurangan dan ketidaktepatan.pemerintah harusnya lebih fokus membangun perekonomian di pedasaaan ketimbang di perkotaan.

Rabu, 11 Januari 2017

Rangkaian Differential ampifier (op-amp)



Langkah-langkah membuat rangkian differential amplifier (op-amp) :
  • untuk membuat gambar rangkaian tersebut pertama-tama adalah buka aplikasi proteus versi 8.4 profesional.
  • kemudan pilih "scheumatic capture".
 
  •  setelah itu tekan "P" untuk mencari macam-macam komponen pada rangkian, pada rangkaian ini kita menggunakan komponen seperti resistor, LM107.


  • Lalu kalian atur tata letak komponen pada rangkaian tersebut.
  • setelah tata letak sudah selesai,maka sambungkan line (jalur) dari kaki komponen yang satu dengan yang lain dengan cara klik kaki komponennya.

 
  • setelah semua selesai di lakukan klik play, terletak di sebelah kiri pojok bawah untuk mengecek rangkaian tersebut.
  • apabila muncul notif berwarna hijau maka rangkain itu benar, sedangkan notif berwarna merah rangkaian itu salah.

 
  • selesai.

Selasa, 10 Januari 2017

Rangkaian Multivibrator Monostabil




langkah-langkah dalam membuat rangkaian :
  1. Input komponen dalam proteus dengan meng-klik tanda”P” di bawah gambar peta awal di sebelah kiri.Pilihkomponen yang dinginkan bisa juga dengan mengetik nama komponennya yang automaris akan ketemu. Setelah dipilih klik “OK” dan komponen akan ada berada dibawah lambang “P”.
  2. komponen yang tersedia tinggal di masukan ke lembar kertas hanya tinggal mengklik ke lembarnya.
  3. komponen yang telah terinput di sambungkan dengan line-line atau wiring, seoerti menggambar garis hanya tinggal klik ujung kabel pada komponen ke komponen lainnya. Selesai.